STARTER KOMPOS MIKRO ORGANIK GRATISAN

Rabu 18 Juni 2008 at 10:52:56 6 komentar

Bandung, Jl. Alfa No. 92 Cigadung II, 8 September 2007
Foto: Sobirin 2007, MOL Gratisan dari Bonggol Pisang, dll.

Oleh: Sobirin
Sampai sekarang masih banyak yang menanyakan kepada saya tentang cara-cara membuat kompos, terutama starter mikro organik-nya.

Di toko memang banyak di jual mikro organik dalam kemasan misalnya EM4 dan lain sejenisnya. Saya memang tidak senang membeli sebangsa EM4 dan lain-lainnya, karena tidak punya uang berlebih. Saya mencoba membuat mikro organik sendiri. Banyak yang mencemooh, mengetawai, terutama para ahli mikro organik dari jurusan bologi dan pertanian.

“Anda memang bisa membuat mikro organik, tetapi tidak tahu jenis apa yang anda hasilkan. Bagaimana kalau yang anda hasilkan berupa mikro organik penyakit atau yang malah membunuh tanaman?”, kata mereka.

Saya tidak peduli, karena konsep saya adalah tidak mau keluar uang dan bahan-bahan untuk membuat mikro organik harus dari bahan-bahan sampah dari rumah saya.

Saya memang fanatik membuat mikro organik dari sampah organik rumah tangga yang saya masukkan dalam tong plastik, diberi air secukupnya, dibiarkan selama 1 minggu, maka mikro organik telah tumbuh. Apa isinya? Saya tidak tahu jenisnya, bakteri apa, cendawan apa. Tetapi setelah disemprotkan ke bahan-bahan kompos, maka kompospun cukup berhasil dalam tempo 3 minggu.

Mikro organik gratisan ini di kalangan rakyat dan penghobby kompos dinamai MOL, singakatan dari Mikro Organisme Lokal. Kata “lokal” karena dibuat sendiri secara gratisan.

Di kalangan penghobby kompos organik, telah banyak “trial and error” dalam membuat starter MOL gratisan ini. Sebagai contoh antara lain:

MOL rebung: dibuat dari rebung (tunas bambu) yang di hancurkan, kemudian dicampur air kelapa. Dibiarkan dalam wadah plastik selama 1 minggu.

MOL bonggol pisang: dibuat dari bonggol pisang yang ditumbuk, kemudian dicampur air kelapa. Dibiarkan dalam wadah plastik selama 1 minggu.

MOL keong: dibuat keong atau bekicot yang di hancurkan (di”bebek”), kemudian dicampur dengan air kelapa. Dibiarkan dalam wadah plastik selama 1 minggu.

MOL berenuk: dibuat dari berenuk (buah maja). Isi berenuk (daging buahnya) dikerok dan dicampur dengan air kelapa. Dibiarkan selama 1 minggu.

MOL nasi basi: dibuat dari nasi yang tidak termakan. Nasi dikepal-kepal sebesar bola pingpong. Letakkan bola-bola nasi tersebut di doos bekas wadah air kemasan, lalu tutupi dengan dedaunan yang membusuk. Dalam tempo 3 hari akan tumbuh jamur2 berwarna kuning, jingga, merah. Ambil bola-bola nasi yang telah ditumbuhi jamur, masukkan dalam wadah plastik, lalu dicampur dengan air gula pasir secukupnya. Biarkan sampai 1 minggu, maka cairan berbau seperti tapai (peuyeum), dan bisa dipakai sebagai starter untuk membuat kompos.

Demikian yang saya ketahui. Namun saya tetap fanatik dengan MOL sampah dapur, sebab saya menganut faham “sampah rumah tidak dibuang keluar rumah”. Diproses sendiri, jadi MOL, kompos, kertas daur ulang, plastik daur ulang, dan lain-lainya.

(di ambil dari http://clearwaste.blogspot.com/)

Iklan

Entry filed under: green planet. Tags: .

peta desa wilayah kecamatan getasan kabupaten semarang laef is beyutipul ????

6 Komentar Add your own

  • 1. delan  |  Minggu 29 Maret 2009 pukul 11:36:08

    terima kasih saya sampaikan karena ilmu ini sangat bermanfaat bagi saya

    Balas
  • 2. gitsa  |  Minggu 19 April 2009 pukul 7:26:31

    mase, kalo ditilik dari sisi iptek, cara2 untuk bikin kompos versi mase jauh lebih beradab. sesuai jaman dan cara hidup masyarakat saat ini. nda perlu canggih kale, yang penting jaminan mutu dan ada value added nya.. hehe.. salut mase.. pengin coba juga di rumah.. mumpung sampahnya belum kebanyakan plastik or sterofom!

    Balas
  • 3. fajar  |  Senin 20 April 2009 pukul 1:36:34

    terimakasih atas commentnya.
    tulisan itu saya sadur dari clearwaste.blogspot.com , anda bisa lebih dapat info jika mengunjungi blog tersebut.

    Balas
  • 4. esa  |  Kamis 1 April 2010 pukul 1:51:52

    canggih mas, ada yg gratis ngapain beli!

    Balas
  • 5. Petra Kohani  |  Senin 3 Oktober 2011 pukul 7:36:21

    mau tanya mas, tu proses pembuatannya pake gula g?

    Balas
  • 6. rose  |  Kamis 29 Maret 2012 pukul 9:34:39

    thanks untuk idenya. kalo bagiku kayaknya MOL nasi paling mudah ketersediaanya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tanggalan Hijriyah

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

ubuntu jaunty jackalope

Ubuntu: For Desktops, Servers, Netbooks and in the cloud

wis ana pira sing ndelok situs kiya ya..

  • 15,093 orang baik

%d blogger menyukai ini: